Binjai

HEADLINE NEWS

Rasa Sedih Keluarga Korban Tabrak Lari Mencari Keadilan, Anak Korban : Saya Mau Pelaku Bertanggung Jawab Atas Perbuatannya

By On 6/29/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Rasa sedih yang mendalam  dialami Keluarga almarhum Esau Rumamory (83), korban dugaan tabrak lari yang meninggal dunia di kawasan Helvetia, Kota Medan, meminta bantuan seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengungkap identitas para terduga pelaku yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Anak korban, Lukas, mengaku masih berupaya mencari keadilan atas kematian ayahnya yang dinilai penuh tanda tanya.

Selain mempertanyakan tindakan pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut, keluarga juga menyoroti proses penerimaan korban di RSU Sufina Aziz, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Menurut keluarga, korban diterima di rumah sakit pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 02.20 WIB dini hari tanpa adanya identitas jelas dari pihak yang mengantarkan korban, Kamis (25/6/26).

Atas peristiwa tersebut, keluarga telah membuat laporan polisi dengan Nomor: LP/B/2594/VI/2026/SPKT LANTAS/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 17 Juni 2026 yang diterima oleh Aipda Taufik H. Rambe, SH.

Dari hasil penelusuran dan rekaman CCTV rumah sakit, keluarga memperoleh sejumlah foto yang memperlihatkan sosok seorang pria dan dua wanita yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Namun hingga saat ini identitas mereka masih belum diketahui.Kronologi Menurut Keterangan Keluarga Lukas menjelaskan bahwa pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, keluarga menerima kabar dari pihak RSU Sufina Aziz bahwa ayah mereka berada di rumah sakit tersebut.

Setelah salah seorang anggota keluarga tiba di rumah sakit, korban diketahui telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban diantar menggunakan sebuah mobil yang diduga terkait dengan kecelakaan tersebut bersama dua orang wanita.

”Saya sempat bertanya kepada petugas rumah sakit siapa yang mengantarkan ayah saya, Petugas menjawab ada dua orang wanita yang datang menggunakan taksi online. Namun ketika saya menanyakan apakah mereka meninggalkan identitas, petugas mengatakan tidak ada,” ujar Lukas.

Menurutnya, alasan yang disampaikan petugas bahwa kedua wanita tersebut terburu-buru berangkat bekerja ke Tanjung Morawa pada tengah malam menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.Keluarga kemudian melakukan penelusuran ke lokasi kejadian dan memperoleh informasi bahwa kecelakaan diduga terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026 sekitar pukul 21.23 WIB.


Sementara itu, korban baru dibawa ke rumah sakit beberapa jam kemudian.

”Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami, selama rentang waktu sekitar tiga jam itu ke mana ayah kami dibawa oleh pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut,” kata Lukas.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, disebutkan tidak terlihat adanya luka robek pada bagian belakang kepala korban.

Namun saat jenazah diterima keluarga, ditemukan luka robek cukup besar pada bagian tersebut.Sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, keluarga membawa jenazah almarhum ke rumah duka dan kemudian dimakamkan pada siang harinya. Keluarga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan segera mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, keluarga juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi, rekaman CCTV, atau mengetahui identitas pria dan dua wanita yang terekam kamera pengawas RSU Sufina Aziz untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

”Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan dan keadilan atas kematian orang tua kami. Kami berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian ini dapat membantu agar kasus ini segera terungkap,” tutup Lukas.

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan Laporan tersebut mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut.

“Kasus tersebut kami atensi dan kami sedang melakukan pendalaman , mohon doanya ya” pungkas Kasat Lantas Polrestabes Medan melalui via WhatsApp, Senin (29/6/2026).


(Red). 

Lapas Kelas II B Muara Bungo, Gelar Upacara Peringatan HARGANAS Ke - 33 Tahun 2026

By On 6/29/2026


MEDAN // DeteksiNusantara. Com.~  Bertempat di lapangan upacara Lapas Kelas IIB Muara Bungo telah dilaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bungo dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”. Senin (29/6/2026).

Kegiatan upacara dipimpin langsung oleh Plh. Kalapas Kelas IIB Muara Bungo Bapak Hendra Novreli selaku pembina upacara dan diikuti oleh pejabat struktural serta seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Muara Bungo. 

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan peserta upacara, masuknya pembina upacara ke lapangan, penghormatan umum, laporan komandan upacara, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta penyampaian amanat pembina upacara.

Dalam amanatnya, Plh. Kalapas menyampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun karakter bangsa. Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, ditekankan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, namun juga harus hadir secara emosional, menjadi teladan, memberikan perhatian, pendampingan, serta pendidikan bagi anggota keluarga.

Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas kedinasan dan peran dalam keluarga agar tercipta keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas yang pada akhirnya mendukung peningkatan kinerja serta pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi. Seluruh rangkaian Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


(Red). 

Lapas Bekerjasama Dengan  Puskesmas Muara Bungo II Gelar Pemeriksaan Kesehatan 100 WBP

By On 6/29/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Bertempat di Aula Lapas Kelas IIB Muara Bungo Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Mobile Test HIV, Tracing Loss to Follow Up (LTFU) pasien ODHIV, CKG Umum, dan Skrining Tuberkulosis (TB) bagi 100 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Muara Bungo. Senin (29/6/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIB Muara Bungo melalui kerja sama dengan Wilayah Kerja UPT Puskesmas Muara Bungo II dan dibuka langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Bapak Tiopan, bersama Plt. Kepala UPT Puskesmas Muara Bungo II.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, penyampaian arahan, dilanjutkan pelaksanaan pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan dan deteksi dini HIV, penelusuran pasien ODHIV yang kehilangan tindak lanjut pengobatan (Loss to Follow Up), pemeriksaan kesehatan umum (CKG), serta skrining Tuberkulosis (TB) kepada warga binaan yang menjadi sasaran kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib serta tetap memperhatikan ketentuan pelayanan kesehatan dan keamanan di lingkungan lapas. 

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan layanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan serta mendukung lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan bebas dari penyebaran penyakit menular.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan, pada kesempatan tersebut Kasi Binadik yang hadir turut memberikan arahan dan motivasi kepada peserta kegiatan. Dalam arahannya disampaikan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan, partisipasi aktif dalam pemeriksaan, serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.

"Kesehatan merupakan hak seluruh warga binaan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pemeriksaan dengan terbuka dan disiplin, karena deteksi dini menjadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit. Mari bersama menjaga pola hidup sehat serta menciptakan lingkungan lapas yang aman, sehat, dan tertib."

Selanjutnya, Plt. Kepala UPT Puskesmas Muara Bungo II juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin serta mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan pendekatan aktif dalam menemukan serta menindaklanjuti kasus kesehatan. Kami berharap seluruh warga binaan memanfaatkan layanan ini dengan baik agar kondisi kesehatan dapat terpantau dan ditangani sedini mungkin."

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kesehatan dan kualitas hidup warga binaan di Lapas Kelas IIB Muara Bungo. 


(Red). 

Mahasiswa Yang Tergabung LMND Sumut Minta Kapolda Sumut Segera Copot Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu

By On 6/29/2026


MEDAN – DeteksiNusantara.Com.~  Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumatera Utara (Sumut) menyoroti lemahnya penegakan hukum tentang pemberantasan peredaran gelap narkotika di berbagai daerah di Wilayah Sumut.

Sekretaris LMND Sumut Rahmat Situmorang menandaskan, adanya seorang lansia merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menggrebek tunggal markas peredaran narkotika merupakan tamparan keras buat aparat kepolisian daerah Labuhan Batu.

Pasalnya, dikatakan Rahmat, bahwa seorang wanita paruh baya saja mampu bergerak sendiri tanpa dibiayai oleh negara dan berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika. Hal ini menunjukkan suatu cerminan penegakan hukum tentang peredaran narkotika di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Labuhan Batu yang masih carut marut sehingga persoalan ini layaknya menjadi pertimbangan bagi Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto melakukan evaluasi kinerja Polres Labuhan Batu Khususnya Kasat Narkoba. 

” Kasus viral ini merupakan cambuk bagi kepolisian setempat dan masyarakat luas menjadi mengerti bagaimana kepolisian di daerah itu dalam menjalankan tugas ” ujarnya, Jumat (26/06/2026).

Tambah Rahmat, persoalan ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab kata dia, jika hal ini dibiarkan tanpa adanya evaluasi menyeluruh maka tidak menutup kemungkinan kepercayaan masyarakat terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) akan mengalami terjun bebas.

” Ini sebuah alarm keras kepada petinggi Polri untuk berbenah. Sebegitu masifnya peredaran narkotika di daerah Sumut ini tanpa adanya kontrol dari Kepolisian setempat. Bagaimana jaminan keamanan bagi masyarakat ? jika lokalisasi barak narkoba menunggu viral dulu baru ada penindakan, ini merupakan suatu preseden buruk terhadap penegakan hukum ” tandas Rahmat.

Tidak hanya itu, dikatakan Rahmat, bahwa terdapat dua lokasi yang menjadi sorotan masyarakat di Sumatera Utara ini yang digrebek oleh emak – emak baru – baru ini.

” Dua kali peristiwa viral di Labuhan Batu Utara adanya barak narkoba bebas mengkonsumsi narkoba. Nama terduga bandar disebut sebut dan bahkan alat timbangan narkotika ditemukan di lokasi. Dimana peran kepolisian setempat yang notabene digaji oleh negara dari uang rakyat” imbuhnya.

Kepada Wartawan, Rahmat Situmorang mengatakan bahwa pihaknya siap mengawal persoalan tersebut.

” Kita Mahasiswa dari LMND Sumut siap turunkan massa, kita siap turun ke jalan jika saja nama terduga bandar yang disebutkan serta wajah – wajah yang ada dalam video viral tidak ditangkap oleh Kepolisian setempat ” tutupnya.

Sebelumnya, aksi tunggal seorang wanita paruh baya menggerebek barak narkotika di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara mendapat sorotan tajam warga se- nusantara.

Betapa tidak aksi seorang diri tersebut, dengan mengabadikan sejumlah pelaku dan pengguna narkotika itu tampak secara terang terangan menggunakan barang terlarang.

Dalam video yang beredar, siperekam bahkan menyebutkan nama terduga bandarnya bernama Uki dan Kiki.

Menurutnya, Uki dan Kiki merupakan pasangan suami istri yang sudah lama mengedarkan narkotika tanpa tersentuh oleh hukum

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP Hardiyanto SH mengenai adanya nama Uki dan Kiki yang dituding dalam peredaran gelap narkotika di wilayah kerjanya itu, akan tetapi Hardiyanto hanya menjawab terimakasih kepada kru media ini.

” Terimakasih informasinya” tulis AKP Hardiyanto SH singkat.

Sementara itu, dikutip dari hasil survei Litbang Kompas merilis hasil survei yang menunjukkan 80,6 persen publik menilai kinerja Polri semakin membaik.

“Jika dibandingkan tahun lalu, kinerja Polri saat ini dinilai semakin baik, sebagaimana dinyatakan 80,6 persen responden dan hanya 12,5 persen yang berpandangan sebaliknya. Mayoritas publik juga meyakini bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang,”

Hasil survei ini jika ditarik ke persoalan ini tentu berbanding terbalik dengan kepercayaan masyarakat di Wilayah Sumatera Utara ini khususnya. Hal ini dinilai dari kinerja kepolisian di daerah Sumatera Utara ini kerab menunjukkan ketidakseriusan hingga menjadi cap atau label negatif yang berpotensi merongrong kepercayaan masyarakat luas. 


(Red). 

Ateng Family Gondol Piala Kapolrestabes Medan Cup Road to Kapolri Cup 2026

By On 6/29/2026


MEDAN // DeteksiNusantara. Com.~  Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polrestabes Medan menyelenggarakan Kapolrestabes Medan Cup Road to Kapolri Cup 2026 di Gedung Patriatama Polrestabes Medan pada Minggu (28/6/2026) dengan mengusung tema "Dream to Become".

Turnamen esports yang diikuti oleh tim-tim terbaik dari wilayah hukum Polrestabes Medan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk menyalurkan bakat, meningkatkan prestasi, serta membangun karakter melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan penuh semangat. Tema "Dream to Become" mengandung makna bahwa setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk bermimpi, berkembang, dan menjadi pribadi yang berprestasi melalui jalur yang positif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SH SIK., MH., Wakapolrestabes Medan.Wakil ketua KONI Kota Medan, Ketua IeSPA Kota Medan dan jajaran, serta para peserta dan tamu undangan.

Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh sportivitas, Tim Ateng Family berhasil tampil sebagai juara dan menggondol Piala Kapolrestabes Medan Cup 2026.

Posisi juara kedua diraih oleh Tim Semoga Jago, sedangkan Tim Nevbla berhasil meraih juara ketiga. 

Para pemenang memperoleh total hadiah sebesar Rp10.000.000, beserta piala dan sertifikat penghargaan.

Melalui penyelenggaraan Kapolrestabes Medan Cup Road to Kapolri Cup 2026,  Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin. Simanjuntak berharap, kegiatan ini dapat melahirkan atlet-atlet esports yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya generasi muda. Semangat "Dream to Become" diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus bermimpi, mengembangkan potensi, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama Kota Medan di kancah esports nasional. 


(Red). 

Sukses Gelar Rangkaian Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Pewarta Polrestabes Medan Beri Apresiasi Tinggi atas Kinerja dan Sinergitas Kapolres Asahan

By On 6/27/2026


Medan // DeteksiNusantara. Com.~ Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Asahan mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Salah satu apresiasi tertinggi datang dari Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan, Chairum Lubis, S.H., yang memuji kesuksesan Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., dalam menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta menjaga stabilitas Kamtibmas. Sabtu (27/06/2026)

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Chairum Lubis saat memimpin kunjungan silaturahmi rombongan Pewarta Polrestabes Medan ke Ruang Kerja Kapolres Asahan baru-baru ini. Kunjungan hangat ini turut didampingi oleh Kepala Biro (Kabiro) Pewarta.co Kabupaten Asahan, Manghiut Simamora.

Menurut Chairum Lubis, seluruh program yang diinisiasi oleh AKBP Revi Nurvelani dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar menyentuh hati rakyat. Program-program tersebut berjalan sukses berkat sinergi yang solid bersama Forkopimda Kabupaten Asahan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta organisasi kemahasiswaan.

"Setiap momen kegiatan baksos dan Kamtibmas yang dilaksanakan Polres Asahan sangat menyasar kebutuhan riil warga. Ditambah lagi, Polres Asahan bersama IMI baru-baru ini sukses besar menggelar ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region 1A Sumatera Putaran II Sumut 2026," ungkap Chairum Lubis.

Selain Kejurnas, berbagai turnamen olahraga lainnya juga aktif dipertandingkan guna mempererat hubungan humanis antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polres Asahan.

Pewarta Polrestabes Medan juga mengagumi sosok AKBP Revi Nurvelani yang dikenal tegas namun humanis. Dalam aksi nyata menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Asahan menunjukkan komitmen besar terhadap dunia pendidikan dengan memberikan motivasi belajar kepada anak-anak sekolah bersama organisasi Pemuda ICMI Asahan.

Di bidang sosial keagamaan, Polres Asahan juga berkolaborasi dengan GMKI Kabupaten Asahan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) paket sembako kepada jemaat gereja, serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu, fakir miskin, dan kaum dhuafa.

Di sisi lain, ketegasan jajaran Polres Asahan dalam mengungkap berbagai kasus kriminal besar juga mendapat acungan jempol. "Keberhasilan ini tentu merupakan buah dari kerja nyata, keseriusan, dan kegigihan seluruh jajaran personel Polres Asahan yang berkomitmen memberantas kejahatan demi menyelamatkan generasi muda," tambah Chairum.

Pertemuan di ruang kerja Kapolres berlangsung penuh kekeluargaan. Bagi AKBP Revi Nurvelani, hubungan dengan Pewarta Polrestabes Medan bukan sekadar kemitraan profesional, melainkan ikatan sahabat lama yang telah teruji oleh waktu.

Dalam sambutannya, Kapolres Asahan menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut sekaligus menitipkan pesan agar seluruh jajaran Pewarta ikut menjaga kesehatan Chairum Lubis agar segera pulih total. Lebih lanjut, AKBP Revi menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi.

"Peran media sangat krusial dalam mendukung keterbukaan informasi publik yang positif, edukatif, dan seimbang bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kolaborasi yang harmonis ini," tegas AKBP Revi Nurvelani.

Menanggapi sambutan hangat tersebut, Chairum Lubis menegaskan bahwa Pewarta Polrestabes Medan berkomitmen penuh mendukung publikasi seluruh capaian prestasi dan rangkaian kegiatan Polres Asahan.

Kegiatan silaturahmi yang penuh keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas, sinergitas, dan komitmen bersama antara Polri dan insan pers dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas melalui pemberitaan yang sehat dan edukatif.

Ustadz Martono SH, S, Pd Terima Buku Secara Simbolis Oleh Pdt, Oktavianus Natael M, Th Di Gedung Suzuya Marelan Plaza Lt 2.

By On 6/27/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~ Ustadz Martono, S.H., S.Pd., menerima secara simbolis peluncuran buku berjudul “Gereja Melawan Intoleransi” yang ditulis oleh Pdt. Dr. Octavianus Natael, M.Th., dalam sebuah acara yang digelar di Kampus II Sekolah Tinggi Teologi Misi William Carey (STTMWC), Lantai 2 Suzuya Marelan Plaza, Medan, Jumat (26/6/2026).

Pdt. Dr. Octavianus Natael yang juga melayani di Gereja Elim Kristen Indonesia (GEKI) Medan Revival Center serta menjabat sebagai Ketua Yayasan STT Misi William Carey, menjelaskan bahwa buku tersebut mengangkat perjalanan panjang perjuangan jemaat GEKI dalam menghadapi berbagai bentuk intoleransi saat memperjuangkan hak beribadah di Kota Medan.

Dalam buku itu diceritakan bagaimana jemaat GEKI selama lebih dari satu tahun harus menjalani ibadah di depan Kantor Wali Kota Medan hingga 25 kali, karena belum memperoleh rekomendasi yang dibutuhkan. Jemaat juga mengalami berbagai tekanan, termasuk dua kali diminta Satpol PP Kota Medan menghentikan ibadah dan berpindah ke Aula Kantor Kementerian Agama Kota Medan, serta berbagai bentuk intimidasi lainnya.

Pada bagian prakata, Ustadz Martono, S.H., S.Pd., yang merupakan penasihat hukum GEKI sekaligus Ketua Forum Kebhinnekaan Indonesia Bersatu, memberikan sambutan dan apresiasi terhadap terbitnya buku tersebut.

Menurut Ustadz Martono, buku “Gereja Melawan Intoleransi” menjadi catatan penting mengenai perjuangan memperoleh kebebasan beribadah sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 29 ayat (1) dan ayat (2), serta regulasi yang mengatur kehidupan kerukunan umat beragama.

“Buku ini menjadi referensi sekaligus edukasi bagi masyarakat Indonesia agar memahami bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya sebagaimana dijamin oleh konstitusi,” ujar Ustadz Martono.

 Ia juga menilai perjuangan yang dilakukan Pdt. Dr. Octavianus Natael bersama jemaat GEKI akhirnya membuahkan hasil, sehingga kini jemaat dapat melaksanakan ibadah di Suzuya Marelan Plaza sesuai ketentuan yang berlaku.

 Selain peluncuran buku, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Wisuda Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Misi William Carey. Para wisudawan berasal dari Program Sarjana Teologi (S1), Magister Teologi (S2), dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S1).

 Acara berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat toleransi, kebebasan beragama, serta penghormatan terhadap hak konstitusional setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. 


(Red ). 

Gempur Sarang Narkoba di Gang Nasional, Seorang Perempuan Diamankan Polsek Medan Kota

By On 6/26/2026


MEDAN // DeteksiNusantara. Com. Menindaklanjuti aduan masyarakat, Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali menggempur sarang peredaran narkoba di Jalan B. Katamso, Gang Nasional, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (25/6/2026) sekira pukul 12.00 Wib.

Di lokasi, seorang perempuan diduga  pengedar sabu bernama, Mariska (39) warga Jalan B. Katamso, Gang Perwira, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun berhasil diamankan petugas. Selain itu, petugas juga membumihanguskan dengan membakar semua barak-barak narkoba yang dijadikan sebagai tempat transaksi.

Dari tangan tersangka pengedar sabu tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa, 2 bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,16 gram dan 0,13 gram serta uang tunai sejumlah Rp. 105.000.

Demikian disampaikan, Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan, SH, MH melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Poltak M. Tambunan, SH, MH kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Poltak menjelaskan, berdasarkan aduan dari masyarakat bahwa adanya dugaan transaksi peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang sudah meresahkan warga tepatnya di Jalan B. Katamso, Gang Nasional, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Mendapat informasi tersebut, dengan cepat Unit Reskrim Polsek Medan Kota menindaklanjuti dengan melakukan under cover by sebagai pembeli kepada penjual atau pengedar sabu tersebut.

"Pada saat paket narkotika jenis sabu diberikan kepada personil, tim langsung mengamankan pelaku kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan 2 bungkus paket berisikan sabu-sabu. Selanjutnya, tersangka berikut barang bukti diamankan dan diboyong ke Mako Polsek Medan Kota guna pemeriksaan lebih lanjut," tegas Poltak.

Dari hasil interogasi, tersangka (Mariska) menerangkan bahwa benar menjual narkotika jenis sabu-sabu dan barang haram tersebut di beli dari seorang laki-laki bernama Alex.

"Saat kita interogasi, tersangka mengaku membeli barang haram tersebut dari seorang laki-laki bernama Alex seharga Rp. 150.000 kemudian dijual kembali oleh tersangka," tandasnya. 


(Red) 

Pewarta Polrestabes Medan Salurkan Bantuan Beras Melalui Program Jumat Barokah

By On 6/26/2026


Medan // DeteksiNusantara.Com.~  Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali melaksanakan kegiatan sosial melalui program Jumat Barokah dengan menyalurkan bantuan beras kepada anggota dan warga yang membutuhkan, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH.

Dalam kegiatan itu, sejumlah paket beras dibagikan kepada penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat sekitar. Program Jumat Barokah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan antara insan pers dan masyarakat.

Chairum Lubis mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

"Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami kepada sesama. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para penerima," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan anggota Pewarta Polrestabes Medan yang selama ini mendukung terlaksananya berbagai kegiatan sosial yang digelar organisasi tersebut.

Menurutnya, semangat berbagi perlu terus dipupuk agar dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh anggota untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan melalui program Jumat Barokah. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban, mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial yang terus dijaga oleh Pewarta Polrestabes Medan di tengah masyarakat.


(Red). 

Diduga Penyerangan Berdarah di PT BI Belum Ada yang Ditangkap: Kinerja Kapolres Belawan Perlu Dipertanyakan Sedangkan Wajah Para Pelaku Terekam Jelas.

By On 6/24/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~   Sangat menyayangkan apabila Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi tidak mau membalas konfirmasi sejumlah wartawan dalam kasus penyerangan preman bersenjata tajam ke PT. Belawan Indah, apalagi kejadian tersebut sebuah aksi kriminal besar yang cukup menggemparkan.

Hal tersebut diungkapkan seorang Wartawan senior Kota Medan, Josmarlin Tambunan dimintai tanggapannya soal sulitnya Kepala Polres Belawan membalas konfirmasi wartawan meski terkait kasus besar di wilayah kerjanya. Rabu (24/6/2026).

"Disamping masyarakat atau publik menjadi sulit mendapatkan informasi yang akurat, tentunya bisa memunculkan spekulasi liar pula di ruang -ruang publik terutama di media sosial atas peristiwa tersebut bila Pak Kapolres Belawan selalu diam atas konfirmasi para wartawan," 

"Juga dapat menurunkan kepercayaan terhadap Polres Pelabuhan Belawan yang dia pimpin, bahkan kepada Polri, dan sama saja membuka celah munculnya informasi hoaks atau diduga karena adanya dugaan  yang ditutup- tutupi," jelas Josmarlin Tambunan.

Sebagai sosok  wartawan senior bidang kriminal dan hukum, yang sampai sekarang tetap eksis, memiliki segudang pengalaman, terutama soal menganilsa kinerja aparat kepolisian, menganilsa institusi kepolisian dalam menangani kriminalitas dan persoalan Kamtibmas. Ditanya kira-kira mengapa dan ada apa sehingga Polres Belawan belum terdengar ada melakukan penangkapan dala kasus penyerbuan oleh preman di PT BI?

"Kebetulan kasus ini sejak awal saya ikuti terus sampai sekarang. Jadi bila wajah -wajah para pelaku dan aksi kriminal yang mereka lakukan sudah jelas terlihat seperti yang ada direkaman video dan foto-foto yang beredar, namun belum juga ditangkap, masyarakat bisa  jadi ragu dan mempertanyakan kinerja kepala kepolisian, Polres Belawan ini khususnya," 

Sambung pria akrab disana Bang Jos Tambunan lagi, "Lagian modus operandi para pelaku premanisme ini dan otak di belakangnya kan bukan pola yang sulit untuk diungkap, seperti yang diungkapkan Kuasa Hukum PT BI, Pak Dr Darmawan Yusuf sebelumnya ke media, pola kejahatannya sangat umum, da yakin Pak Kapolres Belawan paham lah, dan gampang lah menangkapnya bila benar komitmen," 

"Kecuali kalau Kapolres Pelabuhan Belawan Pak AKBP Rosef Efendi ada hubungan emosional dengan pihak PT SBP, yang selama ini disebut-sebut mengerjakan para preman membangun tembok beton di atas tanah PT BI?, yang mana pembangunan tembok itu diduga modus awak untuk menguasai dengan membuat hingga stop total operasional PT BI," kata Jos Tambunan.

Lanjut ditanya pendapatnya, bila Kapolres Pelabuhan Belawan tetap bungkam, bahkan tanpa mau mengarahkan kepada Humas ataupun bawahannya menjawab konfirmasi para wartawan dalam kasus para pelaku premanisme yang merasa kebal hukum ini?

"Sudah selayaknya Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolri meninjau ulang kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, apalagi ini soal premanisme terang -terangan berbuat kriminal, sampai menimbulkan adanya korban 4 orang sekarat, mengganggu iklim usaha, bahkan sepeda motor karyawan banyak yang dicuri, dan belum ada pula yang ditangkap."

"Pemberantasan premanisme masih kita ingat sebagai salah satu program utama Pak Irjen Whisnu Hermawan Februanto sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara," tutup Josmarlin Tambunan menambahkan bila perlu Kapolda Sumut turunlah  langsung ke Belawan. 

Sekedar mengingatkan, penyerangan oleh sekitar lima puluhan preman diduga bayaran dengan membawa senjata tajam dan benda keras di PT BI terjadi pada 11 Juni sekitar 2 Minggu lalu.

Ternyata penyerangan kelompok preman itu dalam memuluskan pembangunan tembok di atas tanah PT BI, yang belakangan didapat informasi, bahwa PT SBP di balik pembangunan tembok beton yang cukup tinggi itu.

Aksi hari pertama penyerangan ke PT BI sudah dicoba dimediasi pihak Forkopimcam, terdiri dari Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan, Camat Medan Belawan, Koramil 09//MB dan Pemko Medan melalui Dinas Perkim TRTB.

Namun mediasi yang mengeluarkan keputusan imbauan dan saran agar PT SBP menghentikan pembangunan tembok tersebut dengan dasar tanpa ada izin PBG dan di atas tanah PT BI, bisa membuat terjadinya tindak pidana kembali, tetapi sepertinya dianggap angin lalu pihak PT SBP dan malah terus menerus membangun tembok tersebut dan sampai terjadi aksi kriminal lanjut sampai memakan korban luka serius dari pihak pekerja PT BI, dan sampai detik ini belum ada dari para pelaku yang ditangkap meski sudah dilaporkan ke polres pelabuhan Belawan. 

" Ditempat terpisah ketika awak media coba Komfirmasi Rabu ( 24/6/2026 ) melalui Pesan WhatshApp , Kapolres masih milih bungkam, beda dengan Kasatreskrim Polres Pelabuhqn Belawan AKP Agus Purnomo SH saat di Komfirmasi oleh awak media lewat Pesan WhatshaPP mengatakan, Sedang kami tindak lanjuti mohon doanya , " Ujarnya dengan singkat dan tegas. 


(Red ). 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *